Senin, 08 Juli 2019

Magic Words Buat Saya

Saat ini usia Letha 5,5 tahun. Sammy 3,5 tahun. Dan Pascal 4 bulan. Masih ditinggal papa dan mamanya bekerja setiap hari.

Pascal yang masih bayi tentu saja belum mengerti kenapa mama dan papanya harus pergi kerja setiap pagi, bisa tersenyum setiap dipamitin mamanya. Sementara Sammy, masih harus dibujuk dulu sebelum kami papa dan mamanya berangkat kerja. Letha tentu saja yang sudah mengerti kenapa orang tua perlu bekerja, meski kadang-kadang masih ingin ikut ke kantor mama, terutama diwaktu libur sekolah.

Bagi seorang ibu bekerja, meskipun sangat banyak pekerjaan di kantor yang harus dipikirkan, dikerjakan, diselesaikan, pasti tetap sering memikirkan anak-anaknya dirumah. Apa sudah makan? Sudah minum susukah? Sedang main bersama atau malah berebutan mainan? Dan aktifitas-aktifitas lain yang mereka lakukan tanpa bisa dilihat oleh orang tua yang bekerja diluar rumah.

Saya salut dengan seorang teman saya, single parent, yang tetap bisa mengikuti perkembangan anak-anaknya ketika ditinggal bekerja, meski tidak seutuhnya. Dia memberikan gadget canggih ke babysitter anak-anaknya. Jadi dia tetap bisa melihat tingkah polah anak-anaknya melalui video yang direkam oleh babysitter. Bisa ngobrol bertatap muka dengan 'skype'. Bonusnya, si mbak betah dengan gadget canggih pegangannya. Hebat memang teknologi jaman sekarang.

Mencontek apa yang dilakukan oleh teman saya ini, tapi tidak sama persis, saya meninggalkan 1 handphone berkamera untuk komunikasi dengan anak-anak saya dirumah. Hasilnya adalah berbagai foto-foto buram hasil jepretan Sammy dengan segala obyek, termasuk mbak-mbaknya yang harus mau difoto dengan ancaman air mata kalau menolak (hahaha). Aktifitas yang paling menyenangkan buat saya. Tentu saja ngobrol melalui telepon dengan anak-anak. Lebih sering memang saya yang menelepon anak-anak, tapi terkadang anak-anak minta tolong mbaknya untuk meneleponkan mama atau papanya.

Yang paling sering ditanyakan Sammy kalau menelepon adalah: "mama dijemput sekarang?" (jadi ceritanya saya sering numpang mobilnya teman kantor dan minta diturunkan di depan komplek rumah saya, lalu minta dijemput oleh anak-anak yang mbonceng si mbak naik motor). Meski cuma sebentar naik motornya, tapi anak-anak senangnya bukan main menjemput mamanya ini.

Beberapa waktu lalu mbaknya cerita, Sammy ngotot jemput mamanya siang hari bolong. Lalu si mbak pun membawa sammy naik motor ke depan komplek, nungguin mama sampai setengah jam, lalu pulang karena mama tak datang dan Sammy sudah kepanasan.

Lain waktu Letha menelepon dan bertanya, "mama pulangnya lama sekali? I miss you". Duuhhh rasanya bahagiaaaaa banget.. rasanya mau deh langsung pulang ke rumah saat itu juga hahahha...

Maka, jika magic word yang biasanya adalah 'Thank you', 'I'm sorry', 'I love you', buat saya ditambah dengan 'I miss you' dan 'mama mau dijemput sekarang?'. That's all..

Tanjungpinang, 21 Juli 2014

KAK ROS DAN LETHA

Siang ini tanpa sengaja aku sudah membuat Letha menangis dua kali.  Tanganku yg menerima pesan kemarahan dari otakku, menjentik daun telinganya,  hanya karena dia menakut-nakuti Pascal, adik  bungsunya. Pascal yang ketakutan berlari sambil teriak hampir menabrak dinding di depan kamar kami.  Sedihnya Letha,  langsung menangis. Walah..

Dalam tangisnya yang berkepanjangan dia bercerita bahwa tadi di sekolah dia diejek teman-temannya, "kak Ros". Tadi sebelum masuk kelas beberapa temannya mengejeknya,  Letha menangis sedih sekali diejek begitu. Dia tidak tau apa yang menyebabkan dia diejek seperti itu.  Saat kutanya siapa yang menghiburmya,  sambil terisak dia berkata dia dihibur oleh Adyva,  Gabriel dan Charity, sahabat-sahabatnya. 

Ingatanku kembali ke masa kecilku dulu. Desy kecil sangat suka membaca majalah Donal Bebek.  Kadang ke sekolah pun membawa majalah itu.  Ditambah lagi nama Desi merupakan salah satu tokoh yang ada di majalah tersebut,  maka jadilah si Desy kecil dipanggil si Bebek.  Sama halnya dengan Letha,  Desy pada awalnya tidak menyukai panggilan itu, ada rasa kesal, gak suka dipanggil Bebek.  Bebek yang makan cacing, suaranya cempreng,  maen di becek-becek.. Iihhh... Entah bagaimana prosesnya sehungga aku bisa menerima panggilan itu, sudah lupa.  Tapi ternyata sampai setua ini pun aku masih dipanggil Bebek oleh teman-teman masa kecil dulu. Nama panggilan itu malah menjadikan aku mudah dikenali, alias  nama beken. Terutamanya sih karena sebenarnya cukup banyak orang bernama Desi.  Dengan adanya tambahan nama panggilan Bebek,  oo sudah pasti maksudnya Desy yang suka baca Donal Bebek. Hahahha asyik kan..  Hayo apa kamu pun punya nama panggilan pemberian temanmu? 

Kembali ke kasusnya Letha tadi. Sambil melap air matanya dan meminta maaf, aku menjelaskan siapa sih tokoh Kak Ros itu. 
"Kak Ros yang di dalam film Upin Ipin digambarkan sebagai  kakak yang pandai berbahasa Inggris.  Sama dengan Letha.  Ya kan? Dia punya  sahabat pena di luar negeri. Kalau punya sahabat diluar negeri tentu menulis surat dalam bahasa Inggris kan?  Berarti Kak Ros pintar." Letha mengangguk, mendengarkan dan mulai tenang. 

"Kak Ros juga pandai menggambar dan membuat komik yang rutin dimuat di surat kabar Malaysia. Ada banyak anak yang bisa  menggambar,  tapi belum tentu semua bisa seperti Kak Ros yang bisa menghasilkan uang dari keterampilannya membuat komik.  Letha juga suka menggambar kan?  Teruslah menggambar nak, kembangkan hobi dan bakatmu. Oke mbak Letha? "  Sudah bisa tersenyum,  Letha memelukku. 

"Ada satu lagi,  Kak Ros pandai memasak segala jenis makanan mulai dari ayam goreng sampai ke masakan dari luar negeri." 
"Tapi Letha gak bisa masak ma."sahut Letha. 
"Letha belum bisa masak,  tapi Letha sudah  suka membantu mama membuat puding,  membuat eskrim,  membuat pizza,  membuat donat,  membuat bakso ikan,  membuat nugget,  dan banyak yang lain nya lagi. Kalau Letha rajin dan memang suka,  tentu Nntinya jadi pandai juga memasak. Seperti Kak Ros."
Semyum lebar menghiasi wajah Letha. 
"Jadi Kak Ros itu sebenarnya pintar ya ma."

"Nah tetapi ada satu kekurangan Kak Ros,  dia cepat marah.  Hmm mungkin ini yang bikin teman-teman  Letha mengejek Letha. Mungkin mereka melihat Mbak Letha suka marah sama Abang Sammy kalau ikut antar Letha ke kelas Letha.  Ya nggak? "
Keningnya berkerut,  tapi Letha mengangguk." Iya ma. Letha suka cepat marah. "
"Nak,  marah itu boleh,  tapi dilihat dulu. Jangan karena hal sepele lalu Letha lngsung marah. Kalau Abang Sammy dipanggil berkali-kali gak jawab,  Mbak Letha datangi
aja trus pegang tangannya. Berbicara dengan suara biasa saja,  gak perlu  keras-keras. Abang Sammy pasti mendengarkan."

Dan sepanjang siang dan sore tadi,  Letha berbicara lembut kepada Sammy.. 
Malamya sih mulai teriak-teriak lagi karena sudah mulai berusaha supaya gak ngantuk hahahahahahha.. 

Hari ini Letha belajar hal baru,  bagaimana bernegosiasi dengan ketidak sukaan. Menghadapi hal yang menyedihkan seolah tidak bisa berbuat apa-apa. Belajar mengolah satu hal dengan mengambil sudut pandang yang berbeda. Semoga Engkau kelak menjadi anak yang bijak, anakku Mbak Letha sayang.. 

Lucia Desy Kurniasari
Tanjungpinang,  7 Desember 2016.

Pipis dan Ngompol

Toilet training sepertinya memang lebih sulit pada anak perempuan ketimbang anak laki ya? Hehe.. Kayanya kalo anak laki pipis tinggal cuurrr gitu, sementara kalo anak perempuan pake jongkok dulu..

Umur 1 tahun 10 bulan sebenarnya
Letha sudah mulai pintar pipis n pup pada tempatnya. Tapi kemudian, ikut mama cuti bersalin ke Pekanbaru, selama 3 bulan pake diaper, maka sesudahnya hilanglah kepintaran pipis n pup pada tempatnya itu tadi.

Setibanya kembali di Tanjungpinang, mulai deh kejadian genangan air berbau pesing amoniak di sekitar ruang tengah tempat bermain dan di ruang tidur rumah kami. Hehe.. Letha mengulang kembali toilet trainingnya. Pakai diaper cuma kalau tidur malam dan bepergian. Kurang lebih empat bulan kemudian, Letha sudah bisa menahan pipisnya supaya nggak ngompol (termasuk lama yaaa.. hihi.. *.*) Kalau terasa mau pipis, dia sudah bisa ngasih tau mama atau papa atau kakak yang menjaganya, meski terkadang waktu lepas celana di kamar mandi, ada sedikit basah2 di celananya hihi.. Sudah keluar sedikit, rupanya.. Nggak apa ya nak, yang penting waktu jongkok di kamar mandi, pipisnya keluar banyak hehe..

Selesai masalah pipis, berikutnya masalah puppy.. Sejak selesai liburan panjang sekali di Pekanbaru, sampai hari ini Letha belum mau puppy di closet kamar mandi. Padahal peralatan yang dulu biasa dia pakai kalo lagi puppy masih ada. Tapi dia nggak mau pakai lagi.. Di pispot lamanya juga gak mau lagi.. Huhuhu.. Bingung nih.. Bagaimana ya? Ada yang usul sih, beliin pispot yang bisa nyanyi hehe..

Lucunya hari ini. Bangun tidur pagi tadi, dia senyum-senyum. Tadi malam Letha tidur tidak pakai diaper karena ketiduran sebelum wash2. Waktu mau dipakaikan diaper dia terbangun dan menolak dipakaikan. Ya sudah, si mamah akhirnya tidak jadi memakaikan diapernya.
Dan ternyata, Letha tidak ngompol horreeeeee... Anak pintarrr.. Jempollll untuk Lethaaaa.. Beberapa saat setelah bangun, diajak ke kamar mandi, baru deh pipis buanyyaaakkk sekali hihihi...

Si mamah, saking senengnya merasa yakin kalo Letha benar2 sudah bebas diaper. Berangkat mendaftarkan Letha ke sekolah, tanpa memakaikan diaper ke Letha. Lalu.. Letha ikut masuk ke kelas..

Azis, teman yg dulu pernah gandeng Letha masuk ke kelas waktu survey pertama, melihat Letha masuk lalu berdiri tersenyum sambil melambaikan tangannya, 'haaiii...' ciieehh..
Kemudian, Tristan, Lala, Ima, dan 3 anak lainnya ikut berdiri dan mengajak Letha. Letha nya masih malu2 padahal pengen gabung.

Temannya2 tebak2an membaca tulisan sama gurunya di bagian depan ruangan kelas, Letha duduk di bangku belakang sama mamah. Lalu bu guru dan teman2 menyanyi, Letha senyum2 sambil mendekat ke depan kelas. Teman2nya maju bergantian untuk menyanyi di depan kelas dan dikasi hadiah gambar di tangan. Ada yg dikasi hadiah gambar bintang, ada yang minta digambari helikopter, GUBRAK, bu gurunya bengong lalu nawar 'gambar smiling face aja ya' hihi..

Tiba2 Letha yang dari tadi mondar-mandir sambil lenggak-lenggok di tengah kelas sementara temannya menyanyi, ngajak mamah sambil pegang roknya bagian bawah, '' Ayo mahh... Ayo mahh, papa mana..'' Rupanya sudah ngompol sedikit.. Tapi gak mau diajak ke kamar mandi untuk pipis dan ganti baju. Belum biasa dengan tempat baru, plus malu sama orang2 yang ada di situ (mungkin..)

Akhirnya, sambil menunggu selesai proses mendaftar, Letha gak mau duduk di mana pun, minta gendong sama papa aja yang aman. Bajunya sudah basah, bahkan basah sampai sepatu hahaha..

Sampai di rumah, pipisnya disambung di kamar mandi.. Hahaha..

Senangnya hari ini.. Ternyata emang toilet training pada anak beda-beda sih, bisa cepet bisa lama.

Tanjungpinang, 22 Juni 2011

Letha 2 tahun, 2 bulan, 2 hari


Senangnya melihat tingkah polah anak2 yang sehat, ceria, lucu, menggemaskan di masa pertumbuhan mereka..

Mendengarkan temen2 bercerita tentang anak2 mereka aja, kita jd ikut ngerasa seneng, apalagi kalo yg lucu dan menggemaskan itu anak sendiri (hehe ini mah dah pasti, dimana2 anak sendiri pasti lucu dan menggemaskan buat mak pak nya, permisi..)

Sejak adiknya lahir, Letha jadi semakin lucu, semakin pintar, semakin penyayang dan semakin cemburuan.

Semakin lucu.
Tadi sore Letha sedang main coret2 spidol warna hadiah dari seorang teman, di lantai ruang tengah. Papanya lg ngobrol sama adiknya di amben yang berdekatan dengan letha duduk,
'my, ntar my belajar nyanyi sama mba etha ya.. Mba etha kan bisa nyanyi balonku..' kata si papa
'hau.. Egi..' kata sammy
'bayonku ada atu.. ucimpan ayek intu.. Upanya ada antu.. Ukokok ama apu..'
Letha yg sedang asyik maen ternyata langsung nyanyi balonku begitu denger itu judul lagu disebut sama bapaknya, hihi..

Penasaran, dia ini gak sengaja ato gimana, obrolan dilanjutkan..
'my, kemaren waktu ujan ada kodok di teras rumah' kata papa kepada sammy.
'kodok oyek, kodok oyek, oyek pinggiy ayi.. eo ebung eo ebung eo eo ebung..' Letha nyaut lg dg lagu dolanan kodok ngorek hihi..

Masih penasaran,
'my mau liat pelangi? Pelangi adanya sehabis ujan..'
'naik2 ke uncak gunung inggi inggi ekayi..'
Yah udah ngaco..

Semakin pintar.
Selama 3 bulan di pekanbaru kemaren, sepupu favoritnya Letha, Alex, ngajarin tangga nada. Letha bisa menyanyi doremifasolasido. Tp belum bisa nyanyi sebaliknya. 2 hari yang lalu, dengan bangganya dia menyanyi doyemipacoyacido, dilanjutkan dengan dociyacomamiyedo, hoyeee dan tepuk tangan..

Lain hari, aku bawa majalah donal bebek baru dari kantor.
'ayo mba, bacain adek sammy majalahnya' kataku sambil ngasih itu majalah ke Letha.
'my, ini bibi (mobil), ini bebek, mana bibi?' kata si mba sambil menunjukkan gambar mobil dan bebek2 di majalah itu ke adeknya..

Semakin penyayang.
Setiap pagi bangun tidur, Letha pasti tanya, mana my.. Dalam sehari wajib, cium dan elus2 pipi adiknya. Bahkan minta difoto bareng adeknya hihi.. Kecil2 udah narsis..

Semakin cemburuan.
Yang ini semoga gak lama2. Kadang2 jd kasihan sama
Letha. Kata orang2, itu lumrah. Tapi tetap saja sebagai ibu, ada rasa gak tega, kalo aku lagi gendong adeknya, si mba minta gendong juga, tapi lalu dengan terpaksa aku suruh dia minta gendong ke papanya.. Maafkan mama ya mba etha..

Diatas semuanya itu, memang tidak ada hiburan yg lebih hebat daripada melihat tingkah polah dan lucunya anak kita. Setuju?

Gbu.

Rabu, 19 Agustus 2015

BELUM CUKUP

Belum cukup waktuku untuk melihat banyak tempat ϑî dunia ini. Ada keluarga, pekerjaan, dan hal-hal lain yang harus kudahulukan.. Masih ada waktu, nantinya..
Belum cukup aku memberikan kasih dan perhatian bagi anak-anakku dan suamiku.. Setiap hari harus dicurahkan, dengan senyum dan kesabaran..

Belum cukup kuberikan kebahagiaan pada orang tuaku.. Terutama mengingat kelakuanku yang mungkin sering mengecewakan mereka selama ini..

Belum cukup perbuatan baik yang kusampaikan kepada orang lain, tanpa melihat siapa mereka. Aku masih pamrih.

Belum cukup aku memperbaiki diri. Segala kesombongan dan semua yang tidak baik yang kusadari ada dalam diriku.

Belum cukup aku menyisihkan waktu bagi orang-orang yang membutuhkanku. Aku cenderung sibuk dengan urusanku sendiri.

Belum cukup aku bersyukur pada Tuhan yang selalu melimpahkan rahmat berlimpah dalam hidupku. Aku sering tidak menyadarinya. Dan selalu merasa belum cukup.

Tuhan, ajarkan aku untuk menyelesaikan masalahku dengan si "BELUM CUKUP" ini. Dan ingatkan aku bahwa Engkaulah yang men"CUKUP"kan kehidupanku, completely. Amin.


Tanjungpinang, 8 Februari 2012

Renungan Hari Ibu 22 Desember 2012

Menerima pesan melalui bbm dari seorang teman dimasa SD ku dulu. Cukup membuatku berpikir dan semakin yakin dg apa yg sedang kulakukan sekarang ini. Yg sedang kuusahakan, adalah untuk memenuhi kebutuhan anak2ku. Kebutuhan akan pendidikan ϑî rumah, perhatian dr mamanya, kasih sayang 24 jam. Tidak hanya bbrp jam sebelum dan sepulang kantor. Tidak hanya bbrp jam bermain, itupun dg sisa2 tenagaku krn aku sudah capek kerka seharian ϑî kantor.
Doakan mama ya Letha, Sammy, supaya usaha mama semakin berkembang, dan bisa mendampingi kalian terus ϑî rumah.

Teman2 mau tau pesan yg saya terima?
Ini dia:

Ibu Ainun Habibie :

"Mengapa saya tidak bekerja?
Bukankah saya dokter? Memang.
Dan sangat mungkin saya bekerja waktu itu.
Namun saya pikir : buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yg barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami kehilangan kedekatan pada anak sendiri? Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya
tidak dapat saya timang sendiri, saya bentuk pribadinya sendiri ? Anak saya akan tidak memiliki ibu.
Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi
tambahan karena bekerja? Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Bertahun- tahun kami bertiga hidup begitu."
Jangan biarkan Anak² mu hanya bersama pengasuh mereka.

Bagaimana bila dibantu pengasuhan dengan kakek neneknya?

~ Sudah cukup rasanya membebani orangtua dengan mengurus kita sejak lahir sampai berumah tangga.
Kapan lagi kita mau memberikan kesempatan kepada orangtua untuk penuh beribadah sepanjang waktu di hari tuanya.
Mudah2an ini bisa jadi penyemangat dan jawaban utk ibu-ibu berijazah yang rela berkorban demi keluarga & anak2nya.
Karena ingin Rumah Tangganya tetap terjaga & anak2 bisa tumbuh dgn penuh perhatian, tdk hanya dalam hal akademik, tp jg utk mendidik agamanya, karena itulah sejatinya peran orangtua.

Belajar dari kesuksesan orang2 hebat, selalu ada pengorbanan dari orang2 yang berada dibelakangnya, yang mungkin namanya tidak pernah tertulis dalam sejarah.

Berbanggalah Engkau sang Ibu Rumah Tangga, karena itulah pekerjaan seorang wanita yg paling mulia...

Selamat Hari Ibu.