Saat ini usia Letha 5,5 tahun. Sammy 3,5 tahun. Dan Pascal 4 bulan. Masih ditinggal papa dan mamanya bekerja setiap hari.
Pascal
yang masih bayi tentu saja belum mengerti kenapa mama dan papanya harus
pergi kerja setiap pagi, bisa tersenyum setiap dipamitin mamanya.
Sementara Sammy, masih harus dibujuk dulu sebelum kami papa dan mamanya
berangkat kerja. Letha tentu saja yang sudah mengerti kenapa orang tua
perlu bekerja, meski kadang-kadang masih ingin ikut ke kantor mama,
terutama diwaktu libur sekolah.
Bagi seorang ibu bekerja,
meskipun sangat banyak pekerjaan di kantor yang harus dipikirkan,
dikerjakan, diselesaikan, pasti tetap sering memikirkan anak-anaknya
dirumah. Apa sudah makan? Sudah minum susukah? Sedang main bersama atau
malah berebutan mainan? Dan aktifitas-aktifitas lain yang mereka lakukan
tanpa bisa dilihat oleh orang tua yang bekerja diluar rumah.
Saya
salut dengan seorang teman saya, single parent, yang tetap bisa
mengikuti perkembangan anak-anaknya ketika ditinggal bekerja, meski
tidak seutuhnya. Dia memberikan gadget canggih ke babysitter
anak-anaknya. Jadi dia tetap bisa melihat tingkah polah anak-anaknya
melalui video yang direkam oleh babysitter. Bisa ngobrol bertatap muka
dengan 'skype'. Bonusnya, si mbak betah dengan gadget canggih
pegangannya. Hebat memang teknologi jaman sekarang.
Mencontek
apa yang dilakukan oleh teman saya ini, tapi tidak sama persis, saya
meninggalkan 1 handphone berkamera untuk komunikasi dengan anak-anak
saya dirumah. Hasilnya adalah berbagai foto-foto buram hasil jepretan
Sammy dengan segala obyek, termasuk mbak-mbaknya yang harus mau difoto
dengan ancaman air mata kalau menolak (hahaha). Aktifitas yang paling
menyenangkan buat saya. Tentu saja ngobrol melalui telepon dengan
anak-anak. Lebih sering memang saya yang menelepon anak-anak, tapi
terkadang anak-anak minta tolong mbaknya untuk meneleponkan mama atau
papanya.
Yang paling sering ditanyakan Sammy kalau
menelepon adalah: "mama dijemput sekarang?" (jadi ceritanya saya sering
numpang mobilnya teman kantor dan minta diturunkan di depan komplek
rumah saya, lalu minta dijemput oleh anak-anak yang mbonceng si mbak
naik motor). Meski cuma sebentar naik motornya, tapi anak-anak senangnya
bukan main menjemput mamanya ini.
Beberapa waktu lalu
mbaknya cerita, Sammy ngotot jemput mamanya siang hari bolong. Lalu si
mbak pun membawa sammy naik motor ke depan komplek, nungguin mama sampai
setengah jam, lalu pulang karena mama tak datang dan Sammy sudah
kepanasan.
Lain waktu Letha menelepon dan bertanya, "mama
pulangnya lama sekali? I miss you". Duuhhh rasanya bahagiaaaaa banget..
rasanya mau deh langsung pulang ke rumah saat itu juga hahahha...
Maka,
jika magic word yang biasanya adalah 'Thank you', 'I'm sorry', 'I love
you', buat saya ditambah dengan 'I miss you' dan 'mama mau dijemput
sekarang?'. That's all..
Tanjungpinang, 21 Juli 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar